KUPANG – Biro Umum dan Keuangan (BUK) Universitas Nusa Cendana (Undana) berhasil mempresentasikan hasil Survei Kepuasan Masyarakat dengan capaian skor kepuasan mencapai sekitar 80 persen atau masuk dalam kategori baik. Pemaparan hasil evaluasi layanan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Undana, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., di Rektorat Undana.
Pelaksanaan survei kepuasan publik ini merupakan instrumen wajib penunjang pemenuhan Perjanjian Kinerja antara Kementerian dan perguruan tinggi. Evaluasi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran objektif terkait kualitas performa layanan BUK sekaligus mengidentifikasi titik-titik ruang perbaikan secara transparan.
Capaian evaluasi ini memegang peranan krusial bagi peningkatan tata kelola kampus secara berkelanjutan. Hasil survei tidak hanya berfungsi sebagai Laporan Administrasi, tetapi dimanfaatkan manajemen universitas sebagai pemetaan mitigasi risiko guna membenahi standar pelayanan minimum demi kepuasan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum.
“Dalam Perjanjian Kinerja kami salah satunya adalah melakukan survei layanan kepuasan. Kita ingin mendapatkan hasil apakah layanan yang selama ini dilakukan oleh BUK sudah baik atau belum,” papar Prof. Paul G. Tamelan. “Kalau masih ada kekurangan sedikit-sedikit, kenapa tidak kita perbaiki. Itu yang menjadi fokus kami untuk melakukan mitigasi risiko.”
Mitigasi Risiko dan Penguatan Kolaborasi Lintas Unit Kerja
Temuan evaluasi menyoroti perlunya pembenahan pada aspek sarana dan prasarana pendukung aktivitas akademik maupun pelayanan kampus, seperti ruang dan perangkat pendukung pembelajaran. Kendati demikian, penanganan kebutuhan fisik tersebut tidak berada sepenuhnya di bawah kewenangan BUK, melainkan membutuhkan integrasi pemikiran bersama biro perencanaan, fakultas, hingga pimpinan universitas.
Pihak BUK dijadwalkan menggelar rapat internal bersama para penyedia layanan guna menyusun rekomendasi konkret. Apabila perbaikan membutuhkan alokasi anggaran atau keterlibatan unit kerja lain, usulan tersebut akan diserahkan secara berjenjang kepada pimpinan universitas.
“Ini bukan hanya persoalan BUK. BUK melaksanakan kebijakan dan anggaran yang sudah ditetapkan, sementara yang merencanakan ada pada biro perencanaan. Jadi harus ada kolaborasi dan integrasi bersama,” tegas Prof. Tamelan. “Kami akan melakukan rapat, lalu hasilnya kita mitigasi. Dari mitigasi itu akan ada rekomendasi. Kalau membutuhkan anggaran untuk perbaikan atau kolaborasi dengan biro lain, tentu kita laporkan kepada pimpinan.”
Transisi Budaya Kerja Terintegrasi dan Inovasi Mitra Akademis
Proses pengumpulan data survei tahun ini menerapkan pola kolaborasi inovatif antara BUK dan akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana. Keterlibatan Dosen FISIP, termasuk Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana, M.Si. dan Dr. Syukur M. Adang Djaha, S.Sos., M.AP, serta keterlibatan langsung dari sejumlah mahasiswa memberikan perspektif informasi primer yang objektif mengenai pengalaman riil pengguna layanan.
Langkah ini sekaligus memicu pergeseran budaya kerja di lingkungan kampus, dari evaluasi parsial di masing-masing unit menjadi pembahasan komprehensif lintas sektoral. Keterlibatan mahasiswa juga memberikan ruang pembelajaran praktis dalam metodologi survei, analisis data kepuasan, hingga pemenuhan kebutuhan evaluasi akreditasi program studi.
“Dengan adanya mahasiswa, pimpinan universitas bisa mendapatkan informasi primer langsung dari mahasiswa, tidak hanya berdasarkan penyampaian internal,” ungkap Prof. Tamelan. “Tidak mungkin dalam waktu satu tahun, satu bulan atau satu semester langsung mencapai nilai maksimal. Tetapi kita berupaya ada peningkatan, perubahan dan perbaikan sehingga layanan kepada masyarakat, mahasiswa, dosen dan pegawai semakin baik. Semua yang kita lakukan untuk memperoleh layanan yang baik ini berfokus kepada mahasiswa. Kalau mahasiswa puas, kami juga puas.” (Alk)
Editor : Ollien Manggol – Foto : Jeje Parera
sumber https://undana.ac.id/2026/tembus-skor-80-persen-buk-undana-segera-mitigasi-risiko-dan-tindak-lanjuti-rekomendasi-survei-kepuasan-layanan/
Undana
Unggul
Share This News