• 03 Mei 2024
  • 49 Pembaca

Hardiknas, Mendikbudristek Ajak Semua Pihak Lanjutkan Medeka Belajar

KUPANG – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A mengemukakan lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin gerakan Medeka Belajar. Namun, lima tahun juga bukan waktu yang lama untuk membuat perubahan yang menyeluruh.

“Kita sudah berjalan menuju arah yang benar, tapi tugas kita belum selesai. Semua yang telah kita jalankan harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan. Semua yang sudah kita upayakan harus dilanjutkan sebagai perjalanan ke arah perwujudan sekolah yang kita cita-citakan,” demikian pidato tertulis Mendikbidristek yang dibacakan Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di pelataran Rektorat, Kamis 2 Mei 2023.

Bagi Mendikbudristek, menjadi pemimpin dari gerakan Merdeka Belajar semakin menyadarkan dirinya tentang tantangan dan kesempatan yang dimiliki untuk memajukan pendidikan Indonesia.

“Bukan hal yang mudah mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar. Bukan tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran,” ujarnya.

“Pada awal perjalanan, kita sadar bahwa membuat perubahan butuh perjuangan. Raswa tidak nyaman menyertai setiap Langkah menuju perbaikan dan kemajuan,” sambungnya.

Baginya, tantangan telah dilalui dalam mengarungi program Merdeka belajar. “Kini, kita sudah mulai merasakan perubahan terjadi di sekitar kita, digerakkan bersama-sama dengan langkah yang serempak dan serentak. Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang kita bangun bersama dengan gerakan Merdeka Belajar,” tutur Nadiem Makarim.

“Kita sudah mendengar lagi anak-anak Indonesia berani bermimpi karena mereka merasa Merdeka saat belajar di kelas. Kita sudah melihat lagi guru-guru yang berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya,” lanjut Mendikbudristekdikti.

Ia mengemukakan, saat ini semua dapat menyaksikan para mahasiswa yang siap berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus. Dan, semarak karya-karya yang kreatif dapat dirayakan karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi.

“Dengan penuh harapan, saya titipkan Merdeka Belajar kepada anda semua, para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah untuk membawah Indonesia melompat ke masa depan,” ujar Nadiem Makarim.

“Selamat hari pendidikan nasional. Mari bergotong royong menyemarakkan dan melanjutkan gerakan Merdeka Belajar,” pungkas Kemendikbudristek.

Pantauan Humas Undana, di sela-sela Hardiknas tersebut, sebanyak 30 PNS Dosen di Undana, termasuk Rektor Undana, Prof. Maxs dan WR II Undana, Dr. Paul tamelan masing-masing mendapat penganugerahan Satyalancana Karya Satya oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Penghargaan itu diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah berbakti selama 10 atau 20 atau 30 tahun lebih secara terus menerus dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetian dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya.

Untuk diketahui, upacara Hardiknas kali ini kembali mayoritas peserta mengenakan busana adat Nusa Tenggara Timur (NTT). Jajaran pimpinan Undana, yang hadir yakni pimpinan Rektorat Undana, pimpinan Pascasarjana, Fakultas, Lembaga, Biro, dan unit. Hadir pula jajaran Dharma Wanita Persatuan Undana, pegawai dan perwakilan mahasiswa pada upacara Hardiknas 2024. (rfl)

Komentar