• kepegawaian@undana.ac.id
  • (0380) 881580
News Photo

Peringatan HUT Ke-81 RI di Undana Meneguhkan Kemandirian Teknologi Bangsa dari Kampus

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan riset guna mendorong kemandirian teknologi nasional.

Penegasan tersebut menjadi fokus utama dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang berlangsung khidmat di Lapangan Sepak Bola Undana, Senin (17/8/2026).

Upacara yang mengusung tema nasional ”Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” ini dipimpin langsung oleh Rektor, Prof. Ir Jefri S. Bale, S.T., MEng, selaku inspektur upacara.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor (WR) I Prof. Dr. drh Annytha I.R. Detha MSi, WR II Prof. Dr. Paul G. Tamelan, MSi, WR III Dr. Rudi Rohi, M. Si, WR IV Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M. Si., M.Sc., PhD, beserta pimpinan unit, dosen, pegawai dan ribuan mahasiswa baru.
Kampus sebagai Motor Inovasi Teknologi Nasional

Saat menyampaikan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D, Rektor, Prof Jefri Bale menegaskan bahwa perguruan tinggi memegang peran sentral sebagai penggerak kemajuan bangsa.

Karena itu, poses pendidikan di kampus harus berorientasi pada penciptaan riset dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pangan dan teknologi.

Prof. Jefri mengatakan, kemandirian teknologi bangsa hanya dapat terwujud jika perguruan tinggi aktif menciptakan inovasi sendiri, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi buatan negara lain.

“Harapannya, aktivitas di perguruan tinggi kita mampu menghasilkan riset dan teknologi untuk memastikan kemandirian, baik di bidang pangan maupun teknologi. Bangsa kita bukan saja menjadi bangsa yang menggunakan teknologi, tetapi menjadi bangsa yang mampu menciptakan teknologi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Prof Jefri.

Menurutnya, kemampuan melahirkan teknologi dari kampus merupakan bagian penting dari upaya membangun Indonesia yang berdaulat dan berdaya saing.
Siapkan SDM Unggul Berdaya Saing

Prof. Jefri juga menekankan pentingnya perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

Mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan di perguruan tinggi, sebut Prof. Jefri, merupakan calon pemimpin yang nantinya akan memegang peranan penting dalam menentukan arah perjalanan bangsa.

“Perguruan tinggi harus mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul, khususnya para generasi muda yang akan menjadi penerus cita-cita bangsa, yang ke depan akan menjadi pemimpin bangsa dan memegang peranan yang sangat penting di pundaknya terkait keberlanjutan bangsa Indonesia,” katanya.

Untuk itu, pendidikan tinggi harus mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, serta semangat untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Kolaborasi Stakeholders

Rektor juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, BUMN, dunia usaha, dan berbagai elemen bangsa.

Ia mengingatkan agar setiap pihak tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Menurutnya, perbedaan bidang ilmu, profesi, maupun latar belakang bukan menjadi alasan untuk terpecah, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan.

“Kita boleh menjadi berbeda dalam bidang ilmu dan latar belakang, tetapi perbedaan itu harus bisa menjadi persatuan bagi bangsa dan negara Indonesia,” tegas Prof. Jefri.

Semangat kolaborasi tersebut dinilai semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, termasuk bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah NTT.

Dalam momentum kemerdekaan ini, Prof. Jefri turut menyampaikan rasa keprihatinan dan kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
Penguasaan Teknologi Dibarengi Karakter

Sementara itu, Wakil Rektor I Undana Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha menilai semangat perjuangan kemerdekaan saat ini memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan masa perjuangan fisik.

Menurutnya, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, tantangan perguruan tinggi adalah bagaimana memastikan pendidikan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

“Tadi sesuai dengan narasi yang disampaikan, kita tahu bahwa perjuangan setelah 80 tahun sekarang bukan lagi hanya menciptakan pendidikan yang bermutu, tetapi bagaimana beradaptasi dengan pendidikan yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi,” ujar Prof. Annytha.

Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh membuat pendidikan kehilangan nilai kemanusiaan. Karena itu, kemajuan pendidikan tinggi harus berjalan seimbang antara penguasaan teknologi dan pembentukan karakter manusia.

Hal tersebut menjadi semakin penting karena perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian terhadap sesama dan mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Jaga Persatuan di Tengah Keberagaman

Wakil Rektor II Undana, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, mengatakan pesan utama dalam pidato nasional yang disampaikan pada peringatan HUT ke-81 RI adalah pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dirawat agar bangsa Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan.

Ia menilai semangat persatuan tersebut harus terus dihidupkan dalam lingkungan kampus. Perguruan tinggi, kata dia, memiliki posisi penting dalam membangun karakter generasi muda agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan.

Kampus Berdampak

Sementara itu, Wakil Rektor III Undana, Dr. Rudi Rohi, menekankan pentingnya posisi kampus sebagai pusat pengembangan pengetahuan, inovasi, dan pencerdasan kehidupan bangsa.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh berhenti hanya pada aktivitas akademik, tetapi harus mampu menghasilkan manusia-manusia yang memberikan dampak bagi kemajuan masyarakat.

“Kalau mencermati isi teks pidato, kita harus bisa menjadikan kampus sebagai tempat untuk mengembangkan pengetahuan, bekerja, dan melahirkan inovasi. Yang paling penting adalah mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Dr. Rudi menegaskan, kualitas manusia menjadi salah satu kunci utama kemajuan Indonesia. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu mencetak generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, dan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Wakil Rektor IV Undana, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, menyoroti tantangan Indonesia di tengah persaingan global.

Menurutnya, peningkatan kualitas SDM merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Indonesia harus memiliki manusia-manusia unggul agar mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

“Indonesia sekarang menghadapi tantangan yang luar biasa, apalagi dalam persaingan dengan bangsa-bangsa lain. Untuk itu, meningkatkan sumber daya manusia menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan,” ujar Prof. Philiphi.

Ia mengatakan, sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di NTT, Undana memiliki tanggung jawab besar untuk mengambil peran dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Wujudkan Generasi Emas dari NTT

Undana diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga talenta-talenta unggul yang mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah, nasional, hingga global.

“Kami memikirkan bahwa Undana ini harus berperan signifikan, khususnya di Bumi Flobamorata, untuk terus-menerus meningkatkan kualitas pendidikan dan ke depan dapat menghasilkan talenta yang luar biasa yang dapat membangun bangsanya,” katanya.

Prof. Philiphi menegaskan, upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

Tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata. Perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk memastikan generasi muda Indonesia memiliki pengetahuan, karakter, kemampuan inovasi, dan daya saing yang dibutuhkan dalam menghadapi masa depan.(Alberto)

Share This News

Comment

” Pendidikan Tinggi Bermutu, Relevan dan Berdaya Saing “


Tujuan kami adalah menjadikan Undana sebagai perguruan tinggi yang berorientasi global dengan cara mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu, relevan dan berdaya saing, lalu menjadi universitas riset dalam bidang lahan kering kepulauan, serta mewujudkan pengabdian pada masyarakat yang berorientasi kesejahteraan masyarakat.

Undana

Unggul